Arsip Kategori: Struktural

Struktur Pengurus IAST 1437-1439 H

STRUKTUR KEPENGURUSAN IAST 1437-1439 H

Pengasuh – KH. ROSYAD IMAM
Keu III – KH.ABDULLAH IMAM

Dewan Penasehat
ABD. MUSOWWIR
BASYIR RIDWAN
H. MOSHLIH

Dewan Kehormatan
K. BUKHORI
K. FAKHRURROZI

Ketua  –  SUNARTO
W Ketua – K. MAHIN MUZAJJAD
Sekretaris.- ACH ZAYYADI
Bendahara – KARIMUN (Rimo)

Divisi-divisi pengurus IAST
Perlengkapan
SANIRI
ZAINUL MILLAH
H. SAMAK
ROFI’I

Qori’ baca kitab
K BUKHORI
K FAISOL MAKMUN
UST SALAMUN

Keamanan
ABD MUJIB
NAWAWI
HORIB
ROFI’E
SA’ID

Sosial
ABD MANNAN
MOHDLOR
MAD DARI

Humas
HALIL ALAWI

Pembantu umum
KHOIRUNNAS

KORDINATOR DAERAH
1. FAISOL .- Klerker
2. SABAB – Kebunsaji
3. JUNAIDI rkb .-Klampok
4. H SYAMIH – Tambak timor
5. ABD WAHID – Tambak barat
6. KHOIRI – todungih
7. ABD BASIT – Morsokon
8. ZAINAL – Bulu
9. ZAHID – Langgar jati
10. MAHSUS – Batu ampar
11. HUSAIN- Sakante barat
12. ALI MONIR- Sakante timur
13. ZUBAIRI – Angsanah
14. SYAFI’I – sampang
15. MUHDI – beruk
16. FAKHRILLA-Air-mata
17. MUHAMMAD-Bogor1
18. TAMMAD-Bogor 2
19. MA’MUR- Bekasi
20. H HALIM – DKI

Struktur Organisasi Dan Pengurus IAST

PENGASUH
Pengasuh adalah pimpinan tertinggi yang memegang wewenang penuh terhadap organisasi Ikatan Alumni Santri Todungih.

KETUA III
Ketua III adalah pimpinan tertinggi setelah pengasuh, sebagai pembina organisasi Ikatan Alumni Santri Todungih. Keberadaan Ketua III berkaitan dengan Ketua I dan Ketua II sebagaimana dijelaskan di sini.

PENASEHAT
Penasehat adalah dewan permusyawaratan pengurus harian.

PENGURUS
Pengurus adalah suatu badan yang diangkat dan ditetapkan oleh Pengasuh dan Ketua III untuk masa jabatan tertentu. Pengurus berfungsi sebagai badan pelaksana program-program organisasi Ikatan Alumni Santri Todungih.
Yang dimaksud dengan Pengurus secara umum adalah Pengurus Harian organisasi Ikatan Alumni Santri Todungih. Adapun penyebutan pengurus di bawah Pengurus Harian selalu diiringi dengan nama jabatan.
Sedangkan yang dimaksud Pengurus dalam Tata Kerja ini adalah Pengurus dalam jabatan struktural dalam organisasi Ikatan Alumni Santri Todungih.
Dalam jabatan struktural pengurus terdiri dari tiga tingkat, yaitu Pengurus Harian, Divis-divisi sebagai pengurus pelaksana dan Koordinator Daerah (Korda) sebagai Pembantu pengurus.

PERSONAL PENGURUS
Adapun nama-nama pengurus IAST tertulis di sini.
Sedangkan nama-nama koordinator daerah, ditulis di halaman lain.

Daftar Pengurus Harian Dan Divisi-divisi 1435-1437

PENGASUH : KHM. ROSYAD IMAM
Alamat : Pangbatok Proppo Pamekasan
KETUA III
K. HUSNUL KHITAM
Alamat : Tambak Omben Sampang
PENASEHAT
1. H. ABD. HALIM
Alamat : Bekasi Jakarta
2. R. FAKHRUR ROZI
Alamat : Kebunsaji Panaguan Proppo Pamekasan
3. ABD. MUSHOWWIR
Alamat : Berruk Panaguan Proppo Pamekasan
4. BASYIR RIDWAN
Alamat : Kotem Torjun Sampang
PENGURUS HARIAN
1. KETUA : MUHDLOR
Alamat : Sreseh Panaguan Proppo Pamekasan
2. WAKIL KETUA : HASIN
Alamat : Kebunsaji Panaguan Proppo Pamekasan
3. SEKRETARIS : ACH. MAUSHUL
Alamat : Kebunsaji Panaguan Proppo Pamekasan
4. WAK. SEKRETARIS : MANSHUR SYAH
Alamat : Kalampok Panaguan Proppo Pamekasan
5. BENDAHARA : ABD. ROSYID AZIZ
Alamat : Kebunsaji Panaguan Proppo Pamekasan
6. WAK. BENDAHARA : MUHAMMAD ALI ZAIN
Alamat : Langgarjati Campor Proppo Pamekasan
DIVISI-DIVISI
HUMAS : ABD. ROQIB
Alamat : Morsokon Campor Proppo Pamekasan
PERLENGKAPAN : HALIL ALAWI
Alamat : Kebunsaji Panaguan Proppo Pamekasan
PEMBANTU UMUM : ZUBAIRI
Alamat : Torjun Sampang
DAKWAH :
a. SANIRI
Alamat : Batuampar Pangbatok Proppo Pamekasan
b. RIMO
Alamat : Kebunsaji Panaguan Proppo Pamekasan
c. JUNAIDI
Alamat : Kalampok Panaguan Proppo Pamekasan
ZA’IM
Alamat : Mormakam Panaguan Proppo Pamekasan
SOSIAL :
a. H. MUSLEH
Alamat : Langgarjati Campor Proppo Pamekasan
b. ABD. MANNAN
Alamat : Klerker Panaguan Proppo Pamekasan
c. MOH. RAMLI
Alamat : Todungih Pangbatok Proppo Pamekasan
d. HASIN
Alamat : Kebunsaji Panaguan Proppo Pamekasan
e. MAKHSUS
Alamat : Batuampar Pangbatok Proppo Pamekasan
PENDIDIKAN :
a. ABD. ROQIB
Alamat : Morsokon Campor Proppo Pamekasan
b. ACHMADI SH
Alamat : Mormakam Panaguan Proppo Pamekasan
c. IBNU ARIF BILLAH
Alamat : Kalampok Panaguan Proppo Pamekasan
d. SYAFI’I
Alamat : Angsanah Jambringin Proppo Pamekasan
KOORDINATOR DAERAH
Nama-nama koordinator daerah, ditulis di halaman lain.

Penjelasan Bagan Struktur Ikatan Alumni Santri Todungih



Klik DISINI untuk melihat gambar lebih besar.
Garis brsambung = Garis instruksi
Garis terputus-petus = Garis koordinasi
Garis bersambung vertikal dari arah atas kebawah mempunyai arti perintah dan arahan dari atasan terhadap bawahan, artinya seorang pengurus bisa memberi perintah dan arahan serta meminta prtanggung jawaban terhadap pengurus lain di babawahnya asalkan dalam garis kepengurusan memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Punya garis instruksi sejalur seperti Ketua kepada Sekretaris dan Wakilnya serta Bendahara dan Wakilnya, Sekretaris atau Bendahara terhadap Divisi-divisi, dan Divisi-divisi terhadap Koordinator Daerah (Korda).
Kalau tidak punya garis instruksi seperti Penasehat terhadap pengurus-pngurus dibawah ketua, maka tidak boleh memberi perintah atau meminta pertanggung jawaban terhadap bawahan ketua, walaupun secara struktur pengurus, penasehat sejajar/sederajat dengan ketua, sebab fungsi penasehat hanya dewan permusyawaratan dan berembuknya ketua dan wakilnya.

2. Tidak dipisah oleh tingkat pengurus yang lain, artinya kendatipun punya garis instruksi, tapi masih tarpisah oleh satu atau dua tinkat pengurus, seperti ketua terhadap Divisi Perlengkapan atau Divisi-divisi yang lain, maka tidak boleh memberi perintah atau meminta pertanggung jawabannya, sebab antara Ketua dan Divisi-divisi terpisah oleh satu tingkat pengurus yaitu Sekretaris besrta Wakilnya dan Bendahara Besrta Wakilnya.

Garis bersambung vertikal dari arah bawah keatas, menunjukkan bahawa pengurus IAST berkewajiban untuk bertanggung jawab atau melapor terkait tugas-tugasnya, dan berhak untuk bertanya, meminta arahan serta membri usul dan saran terhadap pengurus diatasnya.

Garis putus-putus horizontal, selain sbagai garis koordinasi, maka menunjukkan kesamaan derajat antara satupengurus, s pengan pengurus disampingnya, sehingga antara satu pengurus dengan pengurus sederajat lainnya bisa musyawaroh, tukar pendapat dan sebagainya.

Masalah ini harus betul-betul diperhatikan oleh semua pengurus, sebab arah ini yang menentukan suksesnya organisasi. Jika tidak, maka sekalipun program dan kegiatan berjalan dengan baik, tapi dalam mengurus dan melaksanakannya tidak mengikuti garis struktur diatas, maka organisasi dianggap tidak sukses sepenuhnya.

Organisasi bisa dianggap sukses apabila atasan tidak ikut campur atau melangkahi terhadap tugas-tugas bawahan, begitu juga sebaliknya. “Kun imaman mutho’an, au kun makmuman muthi’an”.
Untuk melihat nama-nama personal pengurus, bisa dilihat di halaman lain dalam kategori “pengurus” atau langsung klik DISINI

Nb : Untuk usul, saran dan sebagainya, bisa juga melalui website dan facebook IAST, untuk kemudian akan kami sampaikan kepada pengurus ayng bersangkutan, maka diharap untuk menyebut pengurus mana yang dituju.

Masa Khidmah Pengurus IAST


Mulai Masa Kidmah

Masa Khidmah pengurus iast, terhitung sejak pengurus itu di lantik dengan menerima surat tugas kepengurusan yang telah ditandatangani oleh pengasuh, selanjutnya diresmikan oleh pengasuh atau majelis keluarga ppt atau salah seorang masyayikh yang telah ditunjuk untuk meresmikan, dalam acara halal bihal iast pada bulan syawal.
Akhir Masa Kidmah
Masa khidmah berakhir, setelah dilepasnya pengurus tersebut dengan dicabutnya surat tugas secara simbolis, setelah menjalankan roda kepengurusan selama dua tahun, pada acara halal bihalal di bulan syawal.
Penulisan Tahun Masa Khidmah

Dengan penjelasan diatas, bisa ditarik kesimpulan bahwa masa kepengurusan iast dalam satu masa khidmah adalah dua tahun. Diangkat pada bulan syawal, kemudian dilepas juga bulan syawal, setelah berjalan dua tahun.
Adapun penghitungan masa khidmah itu berdasarkan tahun hijriyah, sedangkan penulisannya kami sering menggunakan dua angka akhir setelah koma seperti ’35-’37 yang berarti masa khidmah tahun 1435 H sampai dengan 1437 H.

Tingkat Kepengurusan IAST Dan Pengangkatan Penasehat Serta Divisi-divisi Pengurus

Ada tiga tingkat kepengurusan dalam organisasi iast, pertama Pengurus Harian, kedua pengurus pelaksana divisi-divisi sebagai pengurus pelaksana, ketiga koodinator daerah (korda) sebagai pembantu pengurus. Untuk preode kali ini, pengurus harian yang terdiri dari ketua beserta wakilnya, sekretaris beserta wakilnya dan bendahara beserta wakilnya, dipilih dalam rapat pleno, kemudian dilantik pada acara halal bihalal ke-05 bulan syawal dan diresmikan oleh KHM. Iklil Imam mewakili- pengasuh, kecuali wakil-wakilnya, dipilih dan dilantik bersama divisi-disvisi.
Divisi-divisi beserta wakil pengurus harian, itu dilantik serta diresmikan oleh K. Husnul Khitam selaku Ketua III dalam acara pertemuan bulanan pada hari jum’at 03 dzul-qo’dah 1435 H, kecuali divisi humas, perlengkapan dan pembantu umum yang dilantik pada acara halal bihalal ke-05 bersama Pengurus harian dan koordinator daerah.

Sedangkan divisi-divisi yang dilantik dalam acara bulanan tersebut adalah :
a. Divisi Dakwah : bergerak dalam urusan amar ma’ruf nahi mukar.
b. Divisi Sosial : Menfasilitasi kebutuhan masyrakat seperti menfasilitasi pembuatan KK,, KTP, SIM dan lainnya

c. Divisi Pendidikan : membidangi pendidikan agama islam yang notabenenya salafy seperti mengurus guru tugas dari anggota iast.
Masih dalam pertemuan itu juga, para penasehat, resmi dilantik oleh ketua III, sedangkan yang terpilih adalah mantan-mantan presiden iast atau orang khusus yang direstui Ketua III. Dalam garis kepengurusan penasehat sejajar dengan ketua, namun tidak bisa memberi perintah pada pengurus dibawah ketua, sebab penasehat tidak punya garis instruksi dalam bagan struktur organisasi, hanya saja penasehat menjadi tempat berembuknya ketua.

Perbedaan Antara Ketua I, Ketua II Dan Ketua III

Setiap kinerja pengurus Pondok Pesantren Todungih dan Pengurus Madrasah Jabal Fuqoro’ Ila Rohmatillah (pedidikan madrosiyah yang berada di Ponpes Todungih) beserta organisasi Ikatan Alumni Santri Todungih (IAST), itu harus dipertanggung jawabkan kepada pengasuh, sebab hanya beliaulah yang mempunyai hak tunggal terhadap tiga lembaga tersebut.

Semua program yang sudah diagendakan oleh tiga lembaga tersebut, berhasil atau tidak, itu harus dipertanggung jawabkan kepada pengasuh, begitu juga jika pengurus akan membuat program, atau punya kendala dalam menjalankan roda kepengurusan dan lain sebagainya itu harus dilaporkan oleh ketua pesantren, kepala madrasah dan ketua iast kepada pengasuh.

Waktu terus berlaju, usia pengasuh semakin berlanjut, sementara kesibukan beliau semakin bertambah, baik dari dalam maupun luar pesantren, sebab selain beliau aktif dalam Pesantren Todungih yang diasuhnya, beliau juga aktif dalam organisasi diluar pesantren. Untuk meringankan beban beliau, maka dibentuklah ketua I, KETUA II DAN KETUA III yang dipilih dari Majelis Keluarga Pondok Pesantren Todungih atau orang tertentu yang direstui Majelis Keluarga dan Pengasuh.
Adapun tugas dan fungsinya sebagaimana berikut :

Ketua I : Menangani program dan kegiatan yang ada di Madrasah Jabal Fuqoro’ Ila Rohmatillah (MJF).
Artinya, semua agenda, program dan kegiatan yang ada di MJF, harus dilaporkan dan dipertanggung jawabkan oleh Kepala Madrasah MJF kepada Ketua I.

Ketua II : Menangani program dan kegiatan yang ada di Pondok Pesantren Todungih (PPT).
Artinya, semua agenda, program dan kegiatan yang ada di PPT, harus dilaporkan dan dipertanggung jawabkan oleh ketua pengurus PPT kepada Ketua II.

Ketua III : Menangani program dan kegiatan yang ada di Ikatan Alumni Santri Todungih (IAST).
Artinya, semua agenda, program dan kegiatan yang ada di IAST, harus dilaporkan serta dipertanggung jawabkan oleh ketua pengurus IAST kepada Ketua III.

Selanjutnya Ketua I, Ketua II dan Ketua III bertanggung jawab kepada pengasuh. Dengan demikian beban pengasuh akan berkurang.

Tugas-tugas Pengurus Harian, Divisi-divisi Dan Korda

a. KETUA
1. Memantau dan mengawasi kinerja bawahannya.
2. Mengayomi dan mengarahkan pengurus dan anggota.
3. Bertanggung jawab kepada ketua III (Pembina)
b. SEKRETARIS
1. Melengkapi administrasi organisasi
2. Membuat undangan pertemuan setiap bulan.
3. Mengagendakan rapat evaluasi tiap bulan.
4. Bertanggung jawab kepada ketua atas tugas-tugasnya

.

c. BENDAHARA
1. Mendata keluar masuknya keuangan.
2. Pengembangan keuangan alumni.
3. Bertanggung jawab kepada ketua.
d. HUMAS
1. Memantau kesolidan anggota pada organisasi.
2. Menfasilitasi kebutuhan (Pendidikan, social, dan dakwah) anggota maupun masyarakat.
3. Mengadakan survei ke wilayah yang terdapat alumni.
4. Menginformasikan wacana dan program dari pengurus kepada masyarakat, dan menginformasikan wacana yang berkembang di masyarakat kepada pengurus.
5. Mengkonfirmasikan kebijakan dengan pihak-pihak terkait.
6. Bertanggung jawab kepada ketua.
e. PERLENGKAPAN
1. Menjaga hak milik/kekayaan organisasi.
2. Melengkapi kebutuhan organisasi.
3. Bertanggung jawab kepada ketua
g. PEMBANTU UMUM
1. Membantu lancarnya tugas pengurus
2. Bertanggung jawab kepada ketua atas tugas-tugasnya.
TUGAS POKOK KOORDINATOR DAERAH (KORDA)
1. Selalu mengayomi dan memotivasi anggota agar selalu aktif dalam segala kegiatan alumni.
2. Selalu menjaga nama baik pondok pesantren dan alumni.
3. Menginformasikan tentang kegiatan dan program alumni, baik melalui undangan atau dengan cara yang lain.
4. Menampung segala iuran dari anggota kemudian disetorkan pada bendahara.
5. Sebagai alat komonikasi pengurus harian tentang program ke-alumnian maupun kesejahteraan anggota.

KOORDINATOR DAERAH (KORDA) IAST

Semua koordinator diambil dari daerah itu sendiri kecuali Wilayah Jakarta – Bogor
PAMEKASAN
1. ABD. BASIT (Korda Morsokon)
2. MANSHUR SYAH (Korda Kalampok)
3. MARWI (Korda Sakante Barat)
4. ALI MUNIR (Korda Sakante Timur)
5. ZAHID (Korda Langgarjati)
6. MISNARI (Korda Angsanah)
7. ZAINUL MILLAH (Korda Todungih)
8. ISROFIL (Korda Kebunsaji)

9. BAHRI (Korda Klerker)
10. SANIRI (Korda Batuampar)
11. SALAMUN (Korda Bulu)
12. UMAM / MUSLIM (Korda Air Mata)
SAMPANG
1. AINUR ROQIB (Korda Tambak)
2. IMAM SYAFI’I (Korda Torjun)
JAKARTA – BOGOR
1. ABD. MANNAN : TAMBAK (Korda Bekasi)
2. MUHAMMAD : ANGSANAH (Korda Bogor I)
3. ZAINUDDIN : KEBUNSAJI (Korda Bogor II)
4. MANGLAH : TAMBAK (Korda Jakarta Pusat)