Arsip Kategori: Post IAST

Mbah Moen Dan Kitab Al-ulama' Al-mujaddidun

Syaikhuna KH.Maimoen Zubair mengarang sebuah kitab kecil tapi sangatberharga bagi umat Islam. Kitab tersebut berjudul:”العلماء المجددون رحمهم الله تعالى ومجال تجديدهم واجتهادهم”.Beliau memulai kitabnya dengan menjelaskan siapa saja mujaddid tersebut menurut perspektif beliau dan diteruskan dengan masail fiqhiyyah kontemporer yang memerlukan ijtihad baru.

Islam pada abad pertama hijriyyah maka golongan sahabatlah sebagai mujaddid pada abad pertama ini. Selanjutnya ketika Islam mulai tersebar dan terjadi beberapa kejadian yang memerlukan ijtihad dalam memahami nas-nas maka munculah mujtahid seperti Imam al-Syafi’, Imam Ahmad bin Hanbal, dan selainnya sebagai mujaddid pada abad kedua. Tersebarlah diantara mereka bahwa sumber-sumber syariat ada 4 yaitu al-Qur’an, Hadis, Qiyas, dan Ijmak.Pada abad ketiga, muncullah Imam al-Asy’ari dan Imam al-Mathuridi sebagaimujaddid yang membersihkan Islam dari pengaruh-pengaruh falsafah Yunani yang sesat merasuk melalui nadi-nadi Muktazilah, Qadariyyah, Jabariyyah, dan lain-lain. Merekalah yang menjaga akidahIslam dari kebid’ahan lisan, tulisan dan pengajaran. Merekalah yang mengembalikan kepada jalan dan manhajulama Salaf al-Salih sebelum mereka.Pada kurun ke 13 hijriyah, telah terutus mujaddid yang merupakan ulama Mekkahyaitu Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan Sayyid Bakri Syatha. Mereka berdua adalah ulama yang berada di Mekkah ketika kemelut revolusi wahabisme yang masih segar.

Oleh sebab itu, Syaikh Ahmad Zaini Dahlan mengarang kitab menentang pergerakan Wahabi. Sedangkan Sayyid Bakri juga membela beberapa amalan-amalan furu’iyyah Fiqhiyyah yang dibid’ahkan bahkan disesatkan oleh sekte Wahabi. Dari al-Bakri inilah muncul seorang ulama fenomenal dari Sumatra yaitu Ahmad Khatib al-Minangkabawiyang mana beliau adalah guru dua pelopor dua organisasi Islam terbesar yaitu KH Hashim Asy’ari pelopor Nahdlatul Ulama dan KH Ahmad Dahlan pelopor Muhammadiyah.Ketika masuk pada kurun ke 14 Hijriyyah ini, KH Maimun Zubair memberi beberapa nama ulama yang masyhur serta diakui dunia kealimannya sebagai mujaddid. Yaitu Sayyid Habib Zain bin Sumaith, Sayyid Farfur al-Mishri, Syaikh Hassam al-Din al-Dimasqi, Prof. Dr. Abd al-Latif Farfur yang keduanya merupakan anak Syaikh Shalih al-Farfuri al-Hasani RH. Al Musnid al-Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani dan Syaikh Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki.

Kedua-duanya adalah alim dalam riwayah juga dirayah bagi hadis-hadis serta mengkodifikasi beribu riwayat hadis sertasanad-sanad kitab sehingga beliau dijuluki sebagai musnid al-dunya. Syaikhuna Maimun Zubair juga bertalaqqipada beliau di Mekkah. Dari Murid Syaikh Yasin al-Fadani juga Mufti Mesir yaitu Prof. Dr. Ali Jum’ah yang sangat tidak disukai oleh kelompok Salafi.Kemudian Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki adalah tokoh fenomenal Ahli Sunnah Wal Jamaah. Beliau juga dijuluki sebagai tembok Ahli Sunnah, mengarang kitab Mafahim Yajib an Tushahhah untukmenolak pemikiran Wahabi dengan memberikan hujjah-hujjah mempertahankan amalan-amalan Ahli Sunnah.

Ajaran beliau adalah sangat berhikmah dan penuh adab. Menghormatiulama terdahulu dan menyanjungnya adalah jalan beliau. Walaupun beliau dihina dan dicerca oleh ulama-ulama Saudi sendiri yang berfahaman Wahabi, tapi beliau tidak pernah mengambil cara penghinaan dalam tulisan-tulisanbeliau, apalagi pengkafiran. Semoga kita mendapat aliran barokah dari mereka para pembela Islam Ahlissunnah wal jama’ah.

Amin#FotoSyaikh Maimoen Zubair dan SyaikhYasin al Fadani, nafa’anallaahu bi ‘ulumihima, Amin

Dari Akun FB K. Bahrul Widad, Alumni Al anwar Dan PPS

Pesan Damai Habib Umar Bin Hafidz Terkait Demo Tangkap Ahok

Petikan Tausiyah Al ‘Allamah Al Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz, Dalam Tabligh Akabr Majelis Rasulullah SAW, bertempat di Masjid Istiqlal, Jakarta, Indonesia, 31 Oktober 2016

Versi Terjemahan Resmi (Majelis Al-Wafa’ bi ‘Ahdillah)

Pendapat dan Pesan Habib Umar berkaitan dengan Demonstrasi tanggal 4 November 2016 yang akan dilakukan umat Islam di Indonesia
وجدنا تساؤلات عند كثير من أهل أندونسيا هل نخرج في مظاهرة أو لا نخرج ؟
Telah sampai kepada kami banyak pertanyaan dari masyarakat Indonesia, “Apakah kami sebaiknya turut serta berdemonstrasi ataukah tidak ?”
والأصل أن كل ما لم يدخل تحت نهي الشرع ولم يخالف القانون القائم من خروج ومن عدم خروج يجب أن ينضبط الكل بضوابط الشرع المصون وبما يستند إلى النظام القائم في البلد بحيث لا يؤدي ذا ولا ذا لاختراق صفوف المسلمين و التحريش بينهم.
“Pada dasarnya segala sesuatu yang tidak dilarang oleh syariat dan tidak melanggar peraturan pemerintah yang berlaku, – dalam urusan berdemonstrasi maupun tidak – pada semua hal tersebut haruslah mengikuti ketentuan syariat dan aturan pemerintah yang berlaku di negara tersebut. Demikian sehingga tidak menimbulkan dampak negatif kepada agama maupun negara yang menimbulkan perpecahan serta permusuhan diantara sesama umat Islam.“
فكل ما كفله قانون البلد من حرية الناس عن تعبيرهم فليُعَبَّر عن ذلك بالطريقة السِلْمية التي لا تؤدي إلى هلاك البلد و فساده
“Dalam masalah ini, apapun yang telah dijamin oleh undang-undang negara terkait kebebasan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi mereka, maka hendaknya dilakukan dengan cara yang damai yang tidak menimbulkan kehancuran dan kerusakan di negeri itu.”
فيجب أن يتفق المسلمون على وجوب تعظيم شعائر الله وآيات الله وهم في دينٍ علَّمهم أن لا يسبُّوا أصنام الكفار حتى لا يسب الكفارُ الإلهَ الحق
“Maka, umat Islam wajib bersepakat untuk mengagungkan syiar-syiar Allah dan ayat-ayat-Nya. Dan umat Islam berada dalam sebuah agama yg mengajarkan agar tidak mencaci sesembahan orang kafir agar orang kafir tidak membalas dengan mencaci Allah Yang Maha Benar.”
ولا يجوز لمن خرج في مظاهرات أن يعتدي على أحد صغيرا كان أو كبيرا أو يُهدّم شيئا ليس له تهديمه كما لا يجوز أن يسب من لم يخرج، ومن لم يخرج لا يجوز له أن يسب الذي خرج. ولْيعلم أنه متفق معهم في الأصل. وهذا التفكير كيف يعبرون ؟ لهم فيه نظرات واجتهادات
“Mereka yang memutuskan ikut berdemonstrasi tidak boleh melakukan penganiayaan terhadap orang lain. Baik anak kecil maupun orang dewasa. Atau merusak sesuatu yang tidak boleh dirusak. Sebagaimana tidak diperkenankan juga untuk mencaci orang-orang yang tidak ikut berdemonstrasi.“
“Adapun orang-orang yang tidak berdemonstrasi juga tidak diperbolehkan mencaci orang yang berdemonstrasi.”
“Dan hendaklah kedua belah pihak menyadari bahwa mereka mempunyai prinsip dan landasan yang sama. Hanya saja cara mengungkapkannya berbeda. Karena memiliki pandangan dan pertimbangan yang berbeda.”
كما أنه لا حق في حكومة تَكْفَل حريات الناس أن تضربهم بغير حق أو أن تعتدي عليهم فلا حق لهم كذلك أن يعتدوا على بعضهم البعض ولا على الحكومة ( ان الله لا يحب المعتدين ) ( ولا عدوان إلا على الظالمين)
“Sebagaimana juga tidak diperbolehkan bagi pemerintah untuk mengekang kebebasan rakyatnya dalam mengekspresikan aspirasi mereka dengan menggunakan kekerasan tanpa alasan yang benar. Atau menyakiti orang yang berdemonstrasi tersebut.”
“Begitu pula tidak diperbolehkan bagi mereka yang berdemonstrasi untuk saling menyakiti diantara mereka. Ataupun menghujat pihak pemerintah. Sebagaimana firman Alloh SWT ; (“Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas” QS. 2 : 19). (“Dan tidak ada permusuhan kecuali terhadap orang orang yang zalim” QS. 2 : 193).
ونقول للذي خرج ثم تسبب في إظهار البغضاء والشحناء وسب أحدا من الذين لم يخرجوا واتهمهم في دينهم على غير بينة، ليتك لم تخرج وحفظت المسلمين من هذا الشر الذي تسببت فيه
“Dan kami sampaikan kepada mereka yang keluar berdemonstrasi, apabila demontrasi tersebut menimbulkan kebencian dan permusuhan diantara sesama umat Islam, serta memunculkan cacian terhadap orang yang tidak berdemonstrasi dan berprasangka buruk terhadap agama mereka tanpa bukti nyata, maka lebih baik bagi kalian untuk tidak keluar berdemonstrasi demi menjaga kebaikan kaum Muslimin sehingga tidak menimbulkan keburukan dan penistaan”.
ونقول لمن لم يخرج ثم أخذ يسب الخارجين وتسبب في فرقة وشتات أو مضاربة، ليتك خرجت ولم تَسُبَّ أحدا ولم تُسَبِّب هذه المشكلة
“Kami sampaikan kepada mereka yang tidak turut berdemonstrasi apabila mereka mencaci orang-orang yang berdemonstrasi sehingga menimbulkan permusuhan, perpecahan dan pertengkaran (diantara kaum Muslimin), maka lebih baik bagi kalian untuk turut berdemonstrasi tanpa mencaci orang lain dan tidak menimbulkan dampak buruk.”
ونقول لمن خرج ومضى في طريق السلم ولم يبعث شقاقا ولا اعتداءا لك اجتهادك و نيتك أمرها إلى الله تبارك و تعالى
Dan kami sampaikan kepada mereka yang turut berdemonstrasi dengan cara yang santun dan damai serta tidak menimbulkan permusuhan dan penistaan, “Bagimu ijtihadmu dan niatmu, dan semua itu kembalinya kepada Allah SWT.”
ونقول للذي لم يخرج
ولم يتسبب في سب ولا شتم ولا إحداث شق بين المسلمين أصبتَ وأنت أقرب إلى السلامة فلا تترك حسن الدعاء والتضرع في صلاح البلاد والعباد وإذا جاء دورك في انتخاب أو غيره فاحذر أن تنتخب إلا من يتقي الله وإن صوتك أمانة
“Kami sampaikan pula kepada mereka yang tidak turut berdemonstrasi dan tidak menjadi sebab timbulnya cacian, celaan dan perpecahan antara umat muslim, “Perbuatanmu sudah benar dan engkau lebih dekat dengan keselamatan. Jangan lupa berdoa dengan penuh harap dan bersimpuh dihadapan Allah memohon kebaikan bagi umat dan negeri ini. “
“Dan apabila telah datang giliranmu untuk memilih pemimpin, hendaklah engkau tidak memilih pemimpin kecuali orang yang bertakwa kepada Allah SWT. Sebab hak pilihmu adalah amanat. “
فإن بدا لك في المرشحين من تعلم أنه يتقي الله تبارك وتعالى فدونك وهو. وإن التبس الأمر عليك فارجع إلى من تثق به من أهل علم الخشية والخوف من الله الذين لا غرض لهم في الدنيا لتنظر أهون الشرين أو من هو أقرب إلى مصلحة الناس فإن التبس الأمر عليك فاعتزل الكل.
هذا الذي فهمناه من هدي هذا المصطفى وهدي الصحابة والتابعين
“Apabila tampak bagimu bahwa diantara para kandidat ada orang yang bertakwa kepada Allah maka pilihlah dia.”
“Namun apabila engkau ragu, maka mintalah pendapat kepada orang yang engkau percayai dari orang-orang yang berilmu dan punya rasa takut kepada Allah, yang tidak memiliki sedikitpun kepentingan duniawi, agar ia bisa menunjukkan kepada kalian mana perkara yang lebih ringan diantara dua hal yang buruk tersebut, atau siapa yang lebih bermanfaat untuk kepentingan manusia. Namun jika masih samar bagimu hal itu maka tinggalkanlah semuanya.”
“Inilah yang kami fahami dari ajaran Rasulullah, sahabat dan para tabi’in.”
ولا ينتظر منا أحد من الحكومات ولا من الأحزاب ولا غيرهم من بقية الشعب أن ندعو إليهم فإن علينا العهد أن لا ندعو إلا إلى الله.
“Dan kepada pemerintah, partai maupun rakyat manapun, janganlah kalian menunggu dari kami untuk mengajak umat kepada kalian. Karena kami telah memiliki komitmen untuk tidak mengajak manusia kecuali kepada Allah semata. “
ونخاف أن يسود الوجه إذا خرجت كلمة نريد بها رضاء حكومة أو أحزاب أو شعب دون رضى الرب جل جلاله نخاف أن يسود بها الوجه يوم القيامة.
“Kami takut bahwa wajah kami akan dihitamkan apabila keluar ucapan dari kami yang bertujuan untuk mencari ridho pemerintah, partai atau golongan manapun dan bukan ridho Allah. Sekali lagi, kami takut akan dihitamkan wajah kami kelak di hari kiamat.”
وهذا سبيل قدوتنا ونبينا {قل هذه سبيلي أدعو إلى الله}. فندعو إلى الله جميع الأحزاب والحكومات والشعوب. بل نقول للموجودين من غير المسلمين، حكموا العقل والفطرة ولا يؤثِر أحدكم مصلحة شخص على مصلحة عموم البلاد. فإنه إذا تصرف هكذا في وقت فلا بد أن يأتيه وقت ينقلب الأمر عليه وينعكس الحال فمهما رغبت في الدنيا وطمعت في كسبها فلا تجعلها سببا لإيذاء الآخرين وإيقاع الضر بالعموم.
Dan inilah jalan panutan kami, Nabi kami Muhammad SAW. (“Katakanlah inilah jalanku, aku mengajak manusia kepada Allah.” QS. 12 : 108)
“Kami mengajak semua partai dan semua pemerintahan dan rakyat hanya kepada Allah. “
Bahkan kami sampaikan kepada orang-orang yang non muslim: “Gunakan akal dan fitrah kalian, dan janganlah kalian mendahulukan kepentingan pribadi di atas kepentingan bangsa dan negara. Karena sesungguhnya bila kamu bertindak demikian maka akan datang suatu masa dimana keadaan akan berbalik. Dan kondisi akan terbalik. Seandainyapun kamu sangat menginginkan dunia, dan tamak dalam meraihnya, maka jangan sampai menyebabkan orang lain tersakiti dan menimbulkan dampak negatif pada masyarakat banyak.”
ونقول أنت عائش في بلد الأغلبية فيه مسلمون من قرون ولك الشرف أن تعيش بين المسلمين عقلت أو لم تعقل فراجع نفسك في الحساب.
وأما إذا أردت مغالبة الكثرة وذلة أهل الإيمان بالله فلا بد أن يذلك الذي آمنوا به في الدنيا قبل الآخرة.
“Kami sampaikan bahwasannya kalian (non muslim) hidup di negeri yang mayoritas muslim semenjak berabad lalu. Dan ini adalah suatu kehormatan bagi kalian hidup di antara mereka, baik kalian sadari maupun tidak. Maka hendaklah kalian melakukan introspeksi diri.”
“Dan apabila kalian orang-orang kafir berusaha mengalahkan yang mayoritas, yaitu Islam, dan merendahkan orang-orang yang beriman, maka kalian pasti akan dihinakan oleh Allah di dunia ini sebelum di akhirat.”
وهذه مهمة أهل الدين أن يدعو الكل إلى رب العالمين. وليس العلماء بضائع تشترى بقليل ولا كثير.
“Dan ini adalah tugas tokoh agama untuk mengajak semua kalangan kepada Allah semata, dan Ulama bukanlah barang dagangan yang bisa dibeli dengan harga murah ataupun mahal.”
وجاء بعض السلاطين تائبا من سلطنته إلى الإمام الحسين ابن الشيخ أبي بكر بن سالم يقول ضع من تشاء في السلطنة وأنا تبت إلى الله لأغنم باقي عمري. فقال لو كانت السلطنة والإمارة وسلطة الدنيا تصلح للدواب ما ارتضيتها لدابَّتي.
“Dahulu sebagian pejabat pemerintahan datang kepada Imam Husein Bin Syekh Abi Bakar bin Salim dalam keadaan bertaubat seraya berkata : “Angkatlah siapapun orang yang engkau inginkan untuk memegang jabatan ini. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Allah agar aku mendapatkan anugerah dalam sisa umurku.” Beliau menjawab : “Apabila pemerintahan dan jabatan di dunia layak untuk diemban oleh hewan, niscaya aku tidak ridho diemban oleh hewan yang aku miliki.”
من حمل خلافة الوحي وخلافة نور النبوة أيغترُّ بهذا الحكم الظاهري ؟
فاغنموا بركة المجلس ووجهة قلوبكم إلى من جمعكم حتى لا ينصرف أحدكم إلا وهو يريد وجهه.
“Apakah manusia pengemban amanah wahyu dan amanah cahaya kenabian akan tertipu o
leh jabatan duniawi semacam ini ?”
“Maka manfaatkanlah oleh kalian keberkahan majelis ini dan tujukkanlah hati kalian kepada Dzat yang telah mengumpulkan kalian, sehingga tidaklah seseorang dari kalian pulang kecuali hanya mengharapkan ridha Allah SWT.”
توجهنا إليك متذللين بين يديك جنب إندونسيا وأهلها الفتن والبلايا واجعل النصر فيها للحق والهدى وسنة المصطفى وانشر بأهلها الدين في مشارق الأرض ومغاربها وادفع عنا شر أهل الهوى واجعل هوانا تبعا لما جاء به نبيك.
“Dan kami menghadap kepada-Mu, Ya Allah, dalam keadaan merendahkan diri kami untuk urusan negeri Indonesia ini dan penduduknya, dari fitnah-fitnah dan musibah.”
“Berikanlah kepada mereka kemenangan dalam menjunjung kebenaran, petunjuk dan sunnah Rasulullah SAW dan sebarkanlah agama Islam kepada semua penduduk negeri baik di timur maupun di barat, dan jauhkanlah kami dari keburukan orang-orang yang penuh hawa nafsu. Jadikan hawa nafsu kami mengikuti apa yang dibawa oleh Nabi-Mu.”
ومن أراد أن ينقل كلامنا في هذا الموضوع فلينقله بكامله. فإن أهل الهوى يلعبون بكلام العلماء وبكلام الله ويحذفون هذا ويأتون بهذا. ليصوروهم بالصورة التي يريدونها في تحقيق أغراضهم.
“Barang siapa yang ingin menukil (mengutip) pernyataan kami tentang hal ini , hendaknya ia menukilnya dengan lengkap.”
“Sebab orang-orang yang dikuasai hawa nafsu senantiasa memelintir ucapan para Ulama – bahkan (memelintir) firman Allah – dengan menghapus sebagian dan menambah sebagian yang lain. Tidak lain untuk menciptakan gambaran sesuai keinginan mereka demi mewujudkan tujuan mereka.”
ونقول للجميع لا تنتظروا منا أن ندعو إليكم ولكن انتظروا منا أن ندعوكم إلى الله وندعوا الله لكم وكلنا عبيده فقراء إليه وإليه مرجعنا
(إن الينا إيابهم ثم إن علينا حسابهم)
“Kami sampaikan kepada semua, janganlah menunggu dari kami untuk mengajak umat kepada kalian. Akan tetapi, nantikanlah kami untuk mengajak kalian semua kepada Allah.”
“Dan kami mendoakan kalian semua. Kita semua adalah hamba Allah, sangat butuh kepada-Nya, dan hanya kepada Allah kita kembali.”
(“Sesungguhnya hanya kepada Kami mereka kembali, kemudian Kami yang akan menghisab mereka.” QS. 88 : 26)
__________
(Diterjemahkan dan diedarkan resmi oleh Majelis Al-Wafa’ bi ‘Ahdillah. Diperoleh dari Habib Umar Husin Assegaf, Forum Ahlussunnah wal Jamaah Soloraya)

Perumpmaan Kebaikan Dan Kejelekan Oleh KHM. Rosyad Imam

Laman ini berisi mp3 taushiyah KHM. Rosyad Imam kepada anggota IAST dan seluruh yang hadir pada acara Halal Bi Halal Ke-7 dalam bahasa madura yang menerangkan perumpamaan antara kebaikan dan kejelekan serta mengajak kita untuk berhati-hati dan jeli dalam menghindari ajakan hawa nafsu karena hal itu merupakan kebodohan. silahkan klik di sini untuk download mp3-nya. atau https://www.datafilehost.com/d/71166a91 semoga bermanfaat dunia dan akhirat.

Hati-hati Bertanya Tentang Agama Kepada Mbah Google

Belajarlah agama kepada guru yang sanad keilmuannya sampai kepada Rasulullah. Belajar langsung dengan bertatap muka kepada guru fadhilahnya sangat agung. Dikatakan bahwa duduk di majelis ilmu sesaat lebih utama daripada shalat 1000 rakaat.

Namun jika hal itu tidak memungkinkan karena kesibukan yang lain, maka jangan pernah biarkan waktu luang tanpa belajar agama, untuk mendekatkan diri kepada Allah, namun tetap harus di bawah pantauan atau bimbingan orang yang ahli.

HATI-HATI DENGAN GOOGLE
Jika anda suka bertanya hukum kepada mbah google, pesan kami, hati-hati karena sudah banyak orang yang tersesat akibat tidak bisa membedakan antara yang salaf dengan yang salafi. Di google banyak konten keislaman yang berasal dari orang atau organisasi yang mengatasnamakan Ahlus Sunah Wal Jama’ah sedangkan ajarannya melenceng dari apa yang di gariskan ulama salaf yang beraliran sunni.

Oleh karena itu untuk membantu mereka kaum awam, kami meluncurkan situs www.islamuna.info www.santri.net sebagai pengganti dari google dalam mencari informasi Islam atau bisa juga bertanya ke googel tapi di belakang pertanyaan dikasih kata konci piss-ktb agar nanti yang muncul adalah konten yang telah disajikan oleh website piss-ktb.

Mulai sekarang jika akan bertanya hukum atau info keislamna, tinggalkan google, beralihlah kepada Islamuna.info Googlenya Aswaja.
Sebarkan informasi ini semoga bermanfaat dan menjadi jariyah anda. Amin

Takbir Hari Raraya Menurut KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen)

Saat itu malam Kamis Legi, 24 September Ailul 2015/ 10 Dzul Hijjah 1436 H, setelah Isya di Musholla Al-Anwar ada takbiran. Para santri membaca takbir, dan ketika membaca:
* الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين، ولو كره الكافرون….
tepatnya pada kalimat:
ولو كره الكافرون…
sebagian dari mereka menambahi dengan:
ولو كره الكافرون، ولو كره المشركون، ولو كره المنافقون…
Syaikhuna yang waktu itu ada di ruang tamu mendengar hal itu, Beliau memanggil salah satu santri Ndalem kemudian beliau mengatakan:
“Cong, sing moco takbir kandani, lafale iku cukup (Nak, yang membaca takbir diberi tahu, lafadnya cukup):
ولو كره الكافرون.
Ojo muk tambahi (jangan ditambah):
ولو كره المنافقون.

Pada berbagai kesempatan, Kanthongumur bertanya tentang hal itu, dan Beliau menjawab:
Yen pengen nambahi yo cukup ditambah (kalau ingin menambahi, cukup dengan ditambah):
ولو كره المشركون
Kerono sing kewarid nang qur’an iku mung loro, yoiku (karena yang ada di dalam Al-Qur’an itu hanya dua, yaitu):
ولو كره الكافرون
karo (dan)
ولو كره المشركون.
Dene (adapun)
ولو كره المنافقون
ora ono nang qur’an (tidak ada di dalam Al-Qur’an).
“Wong munafiq iku senajan haqiqote wong kafir, namung mlebu barisane wong islam lan ngetokake islame, kerono iku ojo dimungsuhi senajan gething. Yen dimungsuhi, lak podo dene mungsuhan karo podo islame”.
(Orang munafiq itu walaupun haqiqotnya orang kafir, namun masih termasuk barisan orang Islam dan mereka memperlihatkan islamnya, karena itu, jangan dimusuhi walaupun mereka memusuhi. Kalau dimusuhi, sama saja bermusuhan dengan sesama muslimnya).
Dalam berbagai kesempatan beliau mengatakan (saya ungkapkan dengan bahasa indonesia dan dengan tata bahasa saya):

Al-Qur’an memang memerintahkan untuk berjihad dan keras terhadap orang kafir dan munafiq. Tetapi Nabi pun mempunyai politik sehingga raja-raja kafir pada zaman itu mengirimkan hadiah berupa unta, kuda, bighol dan himar. Bahkan raja mesir Muqowqis mengirimkan hadiah berupa wanita cantik, Maria Al-Qibthiyyah yang kemudian menjadi istri Nabi. Pernikahan ini menurunkan seorang putra bernama Ibrohim.
Sedangkan orang munafiq, ketika mereka ikut dalam sebuah peperangan, seperti perang badar, peperangan itu dimenangkan oleh pihak muslimin. Sedangkan saat perang uhud, dan orang-orang munafiq mengundurkan diri tidak mengikuti perang, pihak muslimin mengalami kekalahan, walaupun awwalnya menang.
Hal itu pun disebabkan turunnya para pemanah dari bukit uhud, setelah melihat kemenangan dan mereka melihat ghonimah.

Di saat sebagian sahabat mengatakan: “apakah tidak kami perangi orang-orang munafiq itu?”. Nabi bersabda:
لو قاتلتهم لقالوا إن محمدا قاتل أصحابه.
“Andaikan Saya memerangi mereka, niscya mereka berkata: sesungguhnya muhammad memerangi para shahabatnya”.
Bahkan Abdulloh bin Ubay bin Salul, pemimpin orang munafiq, setelah meninggal digali kuburnya dan diluluri dengan air liur Nabi serta dikafani dengan kain dari nabi. Hal itu dijelaskan dalam kitab Syajarotul Maarif.
Tetapi Abdulloh bin Ubay tidak disholati oleh Nabi karena ada Larangan dari Al-Qur’an:
ولا تصل على أحد منهم مات أبدا ولا تقم على قبره (التوبة:84).

Syaikhuna Maimoen Zubair sangat hati-hati dalam hal ini, beliau mengatakan: Orang munafiq itu terkadang masih diampuni oleh ALLOH. Seperti dalam Al-Qur’an:
وأخرون مرجون لأمر الله إما يعذبهم وإما يتوب عليهم والله عليم حكيم
“Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan ALLOH, adakalanya ALLOH akan mengazab mereka dan adakalanya ALLOH akan menerima taubat mereka. Dan ALLOH Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.
Sarang, Selasa Legi, 30 Romadlon 1437 H/ 5 Juli Tammuz 2016 M.

Oleh: Kanthongumur
*****

Takbir Id
* الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.
* الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين، ولو كره الكافرون، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.
* الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده، لا إله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.

(Saat Idul Adlha Tahun 1436 H Syaikhuna Maimoen membaca takbir dengan shighot di atas, dan pada akhir takbir menambahkan sholawat, seperti ini):
* الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله ولا نعبد إلا إياه، مخلصين له الدين، ولو كره الكافرون، لا إله إلا الله والله أكبر، وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم الله أكبر.
* الله أكبر كبيرا، والحمد لله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا، لا إله إلا الله وحده، صدق وعده، ونصر عبده، وأعز جنده، وهزم الأحزاب وحده، لا إله إلا الله والله أكبر، وصلى الله على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه وسلم الله أكبر.
*****
Kumpulan status tentang keilmuan juga bisa dilihat Channel Telegram KANTHONGUMUR dengan alamat:
https://goo.gl/eofLTt

Persiapkan Diri Sebelum Umur 40 Tahun

Sebagian daripada nasihat Rasulullah s.a.w. kepada umatnya ialah:
ﻋَﻼَﻣَﺔُ ﺍِﻋْﺮَﺍﺽِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﻋَﻦِ ﺍﻟْﻌَﺒْﺪِ، ﺍﺷْﺘِﻐَﺎﻟُﻪُ ﺑِﻤَﺎ ﻻَ ﻳَﻌْﻨِﻴﻪِ، ﻭَ ﺍَﻥﱠ ﺍﻣْﺮَﺃً ﺫَﻫَﺒَﺖْ ﺳَﺎﻋَﺔٌ ﻣَﻦْ ﻋُﻤُﺮِﻩِ، ﻓﻲ ﻏَﻴﺮِ ﻣَﺎ ﺧُﻠِﻖَ ﻟَﻪُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻌِﺒَﺎﺩَﺓِ، ﻟَﺠَﺪِﻳﺮٌ ﺍَﻥْ ﺗَﻄُﻮﻝَ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺣَﺴْﺮَﺗُﻪُ، ﻭَ ﻣَﻦْ ﺟَﺎﻭَﺯَ ﺍَﻷﺭْﺑَﻌِﻴﻦَ ﻭَﻟَﻢْ ﻳَﻐْﻠِﺐْ ﺧَﻴْﺮُﻩُ ﻋَﻠَﻰ ﺷَﺮﱢﻩِ ﻓَﻠْﻴَﺘَﺠَﻬَّﺰْ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
Artinya: “Adalah dikira (tanda) sebagai berpalingnya Allah Ta’ala daripada seseorang hamba, apabila ia selalu mengerjakan perkara yang tidak berfaidah. Dan seandainya ada sesaat saja daripada umurnya yang telah digunakan pada hal yang bukan merupakan tujuan hidupnya (iaitu beribadat kepada Allah) maka layaklah bahawa akan panjang penyesalannya (pada hari kiamat nanti) dan siapa yang umurnya lebih empat puluh tahun sedangkan kebaikannya masih belum dapat melebihi kejahatannya maka layaklah ia mempersiapkan dirinya untuk memasuki api neraka”(1).
Sebenarnya sekadar ini sudah cukup untuk menjadi nasihay kepada semua orang yang berilmu. Hal ini sebagaimana disampaikan Al-imam Al-ghozaly dalam kitab Ayyyuhal Walad.
Sekedar catatan dari kami, mengingat yang berpesan ini Rasulullah SAW, mungkin yang dimaksud umur 40 tahun disini, berdasarkan tahun hijriyah, yang hitungannya lebih cepat dari pada tahun masehi. 1 tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun Kalender Masehi. Kalau 40 tahun? Tinggal hitung sendiri.
(1) Terjemah hadits dari hoksape.blogspot.in

Abuya Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-maliki Al-hasani

NAMA GAMBAR
Sayyid Muhammad ibn Alawi Al- Maliki, seorang ulama besar di Makkah yang menjadi rujukan para ulama Ahlus sunnah wal-jama’ah, wafat pada hari jumat tanggal 15 ramadhan 1425.
Di negara mana saja kita dapatkan murid beliau, ribuan murid-murid beliau yang menjadi kyai dan ulama. diantara yang terkenal dikalangan kita (iast) adalah KH. Ali Karrar Shinhaji.
NAMA GAMBAR
lambang+iast-pinggiran.jpg
lambang+iast-pinggiran.jpg
lambang+iast-pinggiran.jpg
lambang+iast-pinggiran.jpg
Foto terakhir : Sayyid Ahmad bin Muhammad bin Alwi Al Maliki Al Hasani (Putra Beliau)
Untuk membaca biografi beliau lebih panjang, klik disini

Survey Ke Wilayah Yang Terdapat Alumni

Alumni Pondok Pesantren Todungih, Madrasah Jabal Fuqoro’ Ila Rohmatillah, sebagian besar, tersebar di empat wilayah, yaitu wilayah Madura, surabaya, Bogor dan Jakarta. Dari keempat wilayah tersebut hanya wilayah surabaya yang belum terkoordinir, sedangkan wilayah yang lain sudah punya program dan kegiatan tersendiri.
Diantara program IAST yang berjangka pendek adalah mengadakan survey ke daerah atau wilayah yang terdapat alumni sedangkan yang bertugas dalam hal ini adalah Humas

.

Berdasarkan penjelasan diatas maka surabaya akan menjadi target kami saat ini untuk disurvey, karena disana terdapat banyak anggota alumni. Sementara Ustadz Abd. Roqib yang menjabat sebagai Humas masih mencari informasi mengenai data-data anggota alumni yang ada di wilayah tersebut untuk ditindak lanjuti. Jika memungkinkan, akan diadakan program dan kegiatan sebagaimana wilayah yang lain.
Kami hanya berusaha, berhasil atau tidak kami pasrah kepada Allah SWT.