Arsip Kategori: Berita

Saksi Dan Perintis Berdirinya IAST

GEDUNG MJF LAMA.jpg
(*)
Gedung Madrasah Jabal Fuqoro’ Ila Rohmatillah (MJF), di komplek Pondok Pesantren Todungih (PPT), menjadi saksi bisu terbentuknya organisasi Ikatan Alumni Santri Todungih (IAST), pada tanggal 11 Robiul Akhir 1430 H – 07 April 2009 M. Dihadiri oleh 46 orang terdiri dari pengurus PPT-MJF pada saat itu, beserta para senior alumni PPT, berdasarkan jumlah nama yang tertulis dalam daftar hadir di acara tersebut.

Pengurus PPT yang hadir pada saat itu antara lain :
(1) Ust. Mahin Muzajjad, Ketua Pengurus PPT.
(2) Ust. Hasbullah Maulana, sekretaris Umum.
(3) Ust. Ach. Syuja’I, Kepala Madrasah MJF tingkat Ibtidaiyah.
(4) Ust. Ach. Mausul, Kepala Madrasah MJF tingkat Tsanawiyah.
(5) Ust. Junaidi, Kepala Madrasah MJF tingkat Aliyah TM.
(6) Pengurus PPT yang lain : 1. Ust. Abd. Hasib 2. Ust. Abd. Roqib 3. Ust. Mochammad Yasin 4. Ust. Muchammad Ali Zain 5. Ust. Ach. Zayyadi 6. Ust. Mudassir 7. Ust. Shohibulliwa’ 8. Ust. Manshur Syah 9. Ust. Ach. Syuja’ie 10. Ust. Muhdi.
GEDUNG MJF BARU.jpg
(**)
Sedangkan para alumni yang hadir, antara lain :
(1) Ust. Abd. Mushowwir, yang terpilih sebagai ketua IAST pertama.
(2) Ust. Ibnu Arif Billah, yang terpilih sebagai sekretaris IAST pertama.
(3) Bpk. Bahri, yang terpilih sebagai bendahara IAST pertama.
(4) Para alumni yang lain, 1. Ust. Hasin 2. K. Fakhrurrozy 3. Ust. Nikmatillah 4. Ust. Rimo 5. Ust. Abd. Rosyid 6. Ust. Achmad Marzuqi 7. Ust. Syarqowi 8. K. Shoqiq Yasin 9. Ust. Sa’id 10. K. Bukhori Muslim 11. Ust. Achmadi SH. 12. Ust. Kholis 13. Ust. Nikmatillah 14. Ust. Rimo 15. Ust. Abd. Hannan 16. Ust. Ali Munir 17. Ust. Baihaqi 18. R. Dinul Qoyyim 19. Ust. Syamsih 20. Ust. Muchammad Salam 21. Ust. Musahri 22. Ust. Muslim 23. Ust. Salamun 24. Bpk Abd. Mannan 25. Ust. Mukhlis Sh 26. Ust. Ahmadi Nawawi 27. Ust. Achmadi Rh 28. R. Sholihuddin 29. K. Ali Husaen 30. Ust. Junaidi Abdul Jabbar 31. Ust. Mukhlas.
_____________
(*)Gambar hedung MJF diambil sebelum direnovasi
(**)Gambar hedung MJF diambil sesudah direnovasi

Orasi Tentang Keorganisasian Oleh Ketua IAST

Ada yang berbeda dipertemuan bulanan bulan dzul-qo’dah 1435 H, kalau pertemuan dibulan-bulan lain, biasanya diisi dengan tahlil setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pembacaan kitab, namun untuk kali ini pertemuan dzul-qo’dah tidak diisi pengajian kitab, diganti dengan sambutan sekaligus orasi tentang keorganisasian oleh Ustadz Muhdlor yang menjabat ketua iast ’35-’37, dilanjutkan dengan penjelasan media online milik iast oleh sekretaris.
Dalam orasinya beliau menjelaskan arti orasi itu sendiri, arti dan tujuan organisasi, cara kerja organisasi, memberi semangat dan menjelaskan rahasia keberhasilan sebuah organisasi. Berikut kesimpulan orasi tersebut yang berasil ditangkap oleh tim iast online.

1. Organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama atau persatuan untuk mencapai tujuan tertentu, adapun tujuan iast sebagaimana telah kita maklumi adalah khidmah lil-ma’had dan khidmah lil-ummah (mengabdi kepada pesantren dan masyarakat). organisasi ini mirip dengan grup, tapi kalau organisasi punya program dan tujuan tertentu.
2. Orasi adalah pidato pengukuhan atau pemberi semangat. Tujuan iast tidak akan tercapai jika tidak disertai semangat pengurus dan anggota.
3. Pentingnya bekerja sama dan sama-sama kerja, semua tujuan melalui program iast tidak akan tercapai jika pengurus mulai tingkat atas sampai tingkat daerah, begitu juga anggota, tidak bekerja sama dan sama-kerja, sesuai fungsi masing-masing. itulah sebabnya Ketua IAST bersama pengurus harian, menyusun bagan struktur pengurus dan menjelaskan fungsi garis-garis yang ada di dalamnya, agar semua pengurus faham antara garis yang bersambung dan yang terputus-putus, garis vertikal dan horizontal, garis instruksi dan garis koordinasi dan antara pengurus harian dengan divisi-divisi, karena hal inilah yang akan menentukan arah kinerja organisasi.
4. Setiap elemen pengurus saling membutuhkan, jika ada salah satu yang tidak bekerja maka yang lain akan kesulitan yang pada akhirnya program organisasi akan gagal. Kalaupun atasan cerdas tapi bawa han tidak bekerja, maka akan berbalik jadi goblok.
Demikian kesimpulan orasi ketua IAST, kurang lebihnya mohon maaf.

Visi Dan Misi Serta Tujuan Berdirinya IAST

Organisasi ini bernama Ikatan Alumni Santri Todungih, lalu disingkat menjadi IAST, lahir pada malam selasa 11 Robiul Akhir 1430 H, di Pondok Pesantren Todungih, dengan alamat dusun Todungih, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, Propinsi Jawa Timur. dengan visi-misi dan tujuan sebagaimana berikut :

Visi : Mencetak para alumni yang selalu bertaqwa kepada Allah SWT, mengamalkan ilmunya serta mengembangkan IPTEK

.

Misi : 1) Menjalin silatur rahim antar alumni. 2) Tolong menolong dalam kebaikan. 3) Sama-sama belajar dan mengajarkan ilmu yang telah didapat dipesantren.
Tujuan : 1) Terbinanya silaturrahim antara Alumni Santri Pondok Pesantren Todungih. 2) Mengembangkan dan meningkatkan kwalitas maupun kwantitas pondok pesantren (Mashlahah lil-ma’had). 3) Berlakunya aqidah islam ala ahlissunnah wal-jama’ah sebagaimana tersebut dalam ART pasal II. 4) Terwujudnya tolong menolomg dalam mengembangkan bakat dan potensi alumni Pondok Pesantren Todungih (Mashlahah lil-ummah).

Latar Belakang Berdirinya IAST

Pondok pesantren adalah lembaga pendidikan islam tertua di indonesia yang hingga kini tetap berdiri tegak dan mempunyai peran yang sangat efektif untuk mengembangkan dan mempertahankan aqidah ahlus sunnah wal-jama’ah, serta bertujuan mencetak para ulama’ yang menjadi pewaris nabi. oleh karena itu harus dikembangkan baik kwalitas maupun kwantitasnya.
Untuk tercapainya tujuan tersebut, sangat tergantung pada ulama’ pondok pesantren yang bersatu padu memperkokoh tali silaturrahim, mengedepankan musyawarah dan saling tolong baik secara
pribadi maupun organisasi.
Berdasarkan pemikiran diatas, maka para Alumni Santri Todungih, Alamat Todungih, Pangbatok Proppo Pamekasan Jatim, dengan penuh tawakkal kepada Allah SWT, membentuk organisasi dengan nama IKATAN ALUMNI SANTRI TODUNGIH (IAST).
Demi untuk mewujudkan tujuan diatas,disusunlah Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) IAST.

Tanah Wakaf Untuk IAST

Alhmadulillah, tiga tahun lalu Ikatan Alumni Santri Todungih mendapat hibah tanah dari H. Rito, salah satu alumni Pondok Pesantren Todungih yang berdomisili di Bekasi, semoga amalnya diterima oleh Allah SWT.
Rencananya tanah ini akan dibangun kantor IAST, namun persediaan dana yang sangat minim menjadi salah satu kendala terrealisasinya cita-cita tersebut. untuk sementara ini kantor pusat masih ada dikomplek pesantren

.

height=
Keterangan gambar : Tanah milik IAST tampak dari selatan.
height=
Keterangan gambar : Tanah milik IAST sebelah utara jalan menuju Batuampar, sebelah timur buyut kesambi.
Semoga Allah mengabulkan cita-cita kami untuk membangun kantor pusat IAST, agar organisasi ini lebih terkoordinir, Amin.