Arsip Kategori: Artikel

KH. Fauzi, Omben : Maulid Nabi Itu Sunnah (Bukan Bid'ah)

Pada tanggal 08 Rabi’ul Awal, Pondok Pesantren Todungih merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW yang di fasilitasi oleh IAST dan IKSAT. Acara ini dihelat besamaan dengan pembagian hadiah MUSADA (Musabaqoh Antar Daerah) dan IMDA (Imtihan Dauri) yang diselenggarakan sebelumnya.
Acara tahunan ini dihadiri oleh KH. Fauzi dari Omben Sampang, sebagai penceramah. Beliau banyak mengulas tentang pentingnya memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan menurut kiai ini memperingati maulid nabi itu sannah (bukan bid’ah), karena Nabi Muhammad SAW sendiri juga pernah memperingatinya, yaitu dengan berpuasa di hari senin (hari kelahirannya).
Selain itu beliau juga mengingatkan akan pentingnya membantu perjuangan lembaga pendidikan islam, karen sejatinya ia telah membantu perjuangan Rasulullah serta membantu tersebarnya ilmu Rasulullah SAW.
Untuk mendengarkan pidato beliau lebih lengkap silahkan download hasil rekaman kami (klik) disini

Cara download : Setelah klik, tekan tombol yang dilingkari sebagaimana gambar di atas

 

Alumni Pesantren Harus Kumpul Dengan Alumni Pesantren

Dalam salah satu pertemuan alumni yang diselenggarakan tiap bulan, Romo KHM. Rosyad Imam, memberikan sambutan yang intinya menghimbau alumni untuk selalu berkumpul dengan sesama alumni, agar dia ingat akan ke-santriannya, karena dengan itu ia akan malu untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan etika santri.

Ketika seseorang tidak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan syari’at, maka dia akan bertambah imannya, itulah ma’na dari “al-haya’ minal iman (Malu itu sebagian dari iman)

“.

Selain itu kalau ingin sukses seorang itu harus sering berkumpul dengan sesamanya, kalau maling harus kumpul dengan maling, bajingan harus kumpul dengan bajingan, petani kumpul dengan petani, pedagang kumpul dengan pedagang, sebab dengan perkumpulan tadi maka akan ada omongan-omongan yang sesuai dengan rencana masing-masing. kalau tidak demikian, misalnya maling atau bajingan kumpul dengan ulama’, maka tidak akan ada omongan yang cocok, bahkan ulama’ itu akan merang perbuatnya, sehingga apa yang direncanakan tidak akan berhasil, ia salah milih teman perjuangannya.
 
Begitu juga alumni, harus kumpul dengan alumni, itulah sebabnya dibentuk satu organisasi sebagai wadah untuk berkumpulnya alumni, santri dan para simpatisan.
______________________
Disarikan dari pidato sambutan syaikhina KHM. Rosyad Imam pada waktu pertemuan alumni bulan Robiul awal di kediaman Koordinator Kebunsaji priode 1433-1435 H.