Semua tulisan dari Tim Redaksi IAST

BAB 1, ANGGARAN DASAR (AD ) PASAL VII, VIII, IX & X

PASAL VII
KEANGGOTAAN
Anggota IAST terdiri dari :
1. Alumni santri Pondok Pesantren Todungih
2. Alumni murid Madrasah Jabal Fuqoro’ Ila Rohmatillah (*)
PASAL VIII
STRUKTUR
Struktur IAST Terdiri dari :
1. Pembina
2. Pengurus IAST
3. Koordinator daerah
PASAL IX
TUGAS, WEWENANG, HAK DAN KEWAJIBAN
Tugas, wewenang, hak dan kewajiban dewan pembina, pengurus IAST dan Koordinator daerah diatur

dalam Anggaran Rumah Tangga (ART)

PASAL X
KEPENGURUSAN
Kepengurusan IAST, terdiri dari ketua, sekretaris, bendahara, perlengkapan, humas, pembantu umum dan koordinator daerah
Bersambung ke pasal XI
__________________________________________
(*) Catatan sekretaris ’35-’37 : Fakta dilapangan menunjukkan bahwa ada beberapa anggota IAST yang bukan alumni santri PPT atau murid MJF, namun dengan bergabungnya mereka kedalam organisasi ini maka mereka diakui sebagai anggota IAST.

Kenapa IAST Membuat Website Dan Jejaring Sosial?

Ada beberapa alasan yang melatarbelakaegi IAST membuat website dan akun jejaring sosial FB, diantaranya :
a. Keamanan data
Setiap kali kami punya dokumen yang tersimpan dikomputer atau flashdisk seperti data nama-nama anggota IAST, album dan file penting lainnya, itu sering hilang, disebabkan rusaknya komputer dan flashdisk, atau terserang virus dan lain sebagainya. maka hal ini membuat kami prihatin, yang akhirnya muncul inisiatif untuk membuat tempat penyimpanan data cadangan di internet, sehingga walaupun data dikomputer hilang kami masih bisa menggunakannya dengan mengambil kembali data yang ada

diinternet.

b. Kemudahan akses bersama
Semu file yang sudah kami uplod ke internet, secara garis besar kami bagi dua, ada yang brsifat pribadi, ada juga yang brsifat publik.
Adapun data yang bersifat publik maka kami publish secara terbuka, agar bisa dinikmati bersama oleh teman-teman IAST. sedangkan yang bersifat pribadi yang tidak perlu dipublish, maka kami simpan sebagai dokumen pribadi.
c. Tujuan-tujuan lain
Selain tujuan diatas masih banyak lagi tujuan lain, seperti mewarnai dunia internet dengan kebaikan-kebaikan karena di zaman akhir ini sekalipun disana kita akan mendapat banyak kebahayaan, namun kalau kita tidak ambil bagian di dalamnya maka kita akan tertinggal, sedangkan tujuan lain adalah memberi informasi kepada anggota tentang acara dan program yang ada di IAST, agar mereka lebih solid dan faham tentang ke-IAST-an.

Dengan alasan itulah, maka pada tanggal 08 Syawal 1435 – 05 Agustus 2014 M, IAST resmi punya situs internet dan jejaring sosial facebook.

BAB 1. ANGGARAN DASAR (AD ) PASAL IV, V & VI

PASAL IV
TUJUAN
Tujuan IAST adalah
1. Terbinanya silaturrahim antar alumni santri Pondok Pesantren Todungih.
2. membantu Pondok Pesantren Todungih dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas maupun kuantitasnya (Mashlahah Lil-ma’had).
3. Berlakunya aqidah islam ala ahlissunnah wal-jama’ah sebagaimana tersebut dalam pasal II.
4. Terwujudnya sikap tolong-menolong dalam mengembangkan bakat dan dan potensi alumni Pondok Pesantren Todungih (Mashlahah Lil-ummah).
PASAL V
LAMBANG
Lamabang Ikatan Alumni Santri Todungih terdiri dari : 1. Warna Dasar hijau (Keadilan)


2. Segitiga berdiri (Pendirian yang teguh)
3. Bintang sembilan (Aqidah ahlis sunnah wal-jama’ah)
4. Kubah masjid (Dakwah)
5. Jabat tangan (Sosial)
6. Kitab terbuka (Pendidikan)
7. Garis tipis meliputi segi tiga (Akhlaqul karimah)
8. IAST serta kepanjangannya (Identitas diri)

PASAL VI
USAHA
1. Membentuk lembaga dan badan usaha dengan mengupayakan potensi Alumni Santri Todungih.
2. Mengupayakan terwujudnya penyelenggaraan pendidikan kepesantrenan.
Bersambung ke AD Pasal VII

BAB 1. ANGGARAN DASAR (AD) PASAL I, II & III

BAB 1. ANGGARAN DASAR
PASAL I. NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Organisasi ini bernama “Ikatan Alumni Santri Todungih (IAST)” yang didirikan di Todungih, Pada tanggal 11 Robiu Akhir 1430 H, untuk waktu yang tidak terbatas. Organisasi ini berkedudukan di Pondok Pesantren Todungih Kabupaten Pamekasan.

PASAL II. AQIDAH DAN ASAS
Ikatan Alumni Santri Todungih beraqidah islam ala ahlis-sunnah wal-jama’ah dengan berpedoman pada :
a. Di bidang aqidah mengikuti Abu Hasan Al-asy’ary dan Abu Manshur Al-maturidy.
b. Di bidang syari’at atau fiqh mengikuti salah satu madzhab empat, Hanafy, Maliky, Syafi’i dan Hanbaly.
c. Di bidang tasawuf mengikuti Junaidi Al-baghdady dan Al-imam Al-ghozaly.
d. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, IAST berasaskan kepada :

1. Ketuhanan yang Maha Esa
2. Kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Persatuan Indonesia.
4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dalam permusyawaratan/Perwakilan.
5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

PASAL III. SIFAT
Orgonisasi ini bersifat kekeluargaan dan kehidmatan.

Alumni Pesantren Harus Kumpul Dengan Alumni Pesantren

Dalam salah satu pertemuan alumni yang diselenggarakan tiap bulan, Romo KHM. Rosyad Imam, memberikan sambutan yang intinya menghimbau alumni untuk selalu berkumpul dengan sesama alumni, agar dia ingat akan ke-santriannya, karena dengan itu ia akan malu untuk melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan etika santri.

Ketika seseorang tidak melakukan sesuatu yang tidak sesuai dengan syari’at, maka dia akan bertambah imannya, itulah ma’na dari “al-haya’ minal iman (Malu itu sebagian dari iman)

“.

Selain itu kalau ingin sukses seorang itu harus sering berkumpul dengan sesamanya, kalau maling harus kumpul dengan maling, bajingan harus kumpul dengan bajingan, petani kumpul dengan petani, pedagang kumpul dengan pedagang, sebab dengan perkumpulan tadi maka akan ada omongan-omongan yang sesuai dengan rencana masing-masing. kalau tidak demikian, misalnya maling atau bajingan kumpul dengan ulama’, maka tidak akan ada omongan yang cocok, bahkan ulama’ itu akan merang perbuatnya, sehingga apa yang direncanakan tidak akan berhasil, ia salah milih teman perjuangannya.
 
Begitu juga alumni, harus kumpul dengan alumni, itulah sebabnya dibentuk satu organisasi sebagai wadah untuk berkumpulnya alumni, santri dan para simpatisan.
______________________
Disarikan dari pidato sambutan syaikhina KHM. Rosyad Imam pada waktu pertemuan alumni bulan Robiul awal di kediaman Koordinator Kebunsaji priode 1433-1435 H.

Tugas-tugas Pengurus Harian, Divisi-divisi Dan Korda

a. KETUA
1. Memantau dan mengawasi kinerja bawahannya.
2. Mengayomi dan mengarahkan pengurus dan anggota.
3. Bertanggung jawab kepada ketua III (Pembina)
b. SEKRETARIS
1. Melengkapi administrasi organisasi
2. Membuat undangan pertemuan setiap bulan.
3. Mengagendakan rapat evaluasi tiap bulan.
4. Bertanggung jawab kepada ketua atas tugas-tugasnya

.

c. BENDAHARA
1. Mendata keluar masuknya keuangan.
2. Pengembangan keuangan alumni.
3. Bertanggung jawab kepada ketua.
d. HUMAS
1. Memantau kesolidan anggota pada organisasi.
2. Menfasilitasi kebutuhan (Pendidikan, social, dan dakwah) anggota maupun masyarakat.
3. Mengadakan survei ke wilayah yang terdapat alumni.
4. Menginformasikan wacana dan program dari pengurus kepada masyarakat, dan menginformasikan wacana yang berkembang di masyarakat kepada pengurus.
5. Mengkonfirmasikan kebijakan dengan pihak-pihak terkait.
6. Bertanggung jawab kepada ketua.
e. PERLENGKAPAN
1. Menjaga hak milik/kekayaan organisasi.
2. Melengkapi kebutuhan organisasi.
3. Bertanggung jawab kepada ketua
g. PEMBANTU UMUM
1. Membantu lancarnya tugas pengurus
2. Bertanggung jawab kepada ketua atas tugas-tugasnya.
TUGAS POKOK KOORDINATOR DAERAH (KORDA)
1. Selalu mengayomi dan memotivasi anggota agar selalu aktif dalam segala kegiatan alumni.
2. Selalu menjaga nama baik pondok pesantren dan alumni.
3. Menginformasikan tentang kegiatan dan program alumni, baik melalui undangan atau dengan cara yang lain.
4. Menampung segala iuran dari anggota kemudian disetorkan pada bendahara.
5. Sebagai alat komonikasi pengurus harian tentang program ke-alumnian maupun kesejahteraan anggota.

KOORDINATOR DAERAH (KORDA) IAST

Semua koordinator diambil dari daerah itu sendiri kecuali Wilayah Jakarta – Bogor
PAMEKASAN
1. ABD. BASIT (Korda Morsokon)
2. MANSHUR SYAH (Korda Kalampok)
3. MARWI (Korda Sakante Barat)
4. ALI MUNIR (Korda Sakante Timur)
5. ZAHID (Korda Langgarjati)
6. MISNARI (Korda Angsanah)
7. ZAINUL MILLAH (Korda Todungih)
8. ISROFIL (Korda Kebunsaji)

9. BAHRI (Korda Klerker)
10. SANIRI (Korda Batuampar)
11. SALAMUN (Korda Bulu)
12. UMAM / MUSLIM (Korda Air Mata)
SAMPANG
1. AINUR ROQIB (Korda Tambak)
2. IMAM SYAFI’I (Korda Torjun)
JAKARTA – BOGOR
1. ABD. MANNAN : TAMBAK (Korda Bekasi)
2. MUHAMMAD : ANGSANAH (Korda Bogor I)
3. ZAINUDDIN : KEBUNSAJI (Korda Bogor II)
4. MANGLAH : TAMBAK (Korda Jakarta Pusat)