Mbah Moen Dan Kitab Al-ulama’ Al-mujaddidun

Syaikhuna KH.Maimoen Zubair mengarang sebuah kitab kecil tapi sangatberharga bagi umat Islam. Kitab tersebut berjudul:”العلماء المجددون رحمهم الله تعالى ومجال تجديدهم واجتهادهم”.Beliau memulai kitabnya dengan menjelaskan siapa saja mujaddid tersebut menurut perspektif beliau dan diteruskan dengan masail fiqhiyyah kontemporer yang memerlukan ijtihad baru.

Islam pada abad pertama hijriyyah maka golongan sahabatlah sebagai mujaddid pada abad pertama ini. Selanjutnya ketika Islam mulai tersebar dan terjadi beberapa kejadian yang memerlukan ijtihad dalam memahami nas-nas maka munculah mujtahid seperti Imam al-Syafi’, Imam Ahmad bin Hanbal, dan selainnya sebagai mujaddid pada abad kedua. Tersebarlah diantara mereka bahwa sumber-sumber syariat ada 4 yaitu al-Qur’an, Hadis, Qiyas, dan Ijmak.Pada abad ketiga, muncullah Imam al-Asy’ari dan Imam al-Mathuridi sebagaimujaddid yang membersihkan Islam dari pengaruh-pengaruh falsafah Yunani yang sesat merasuk melalui nadi-nadi Muktazilah, Qadariyyah, Jabariyyah, dan lain-lain. Merekalah yang menjaga akidahIslam dari kebid’ahan lisan, tulisan dan pengajaran. Merekalah yang mengembalikan kepada jalan dan manhajulama Salaf al-Salih sebelum mereka.Pada kurun ke 13 hijriyah, telah terutus mujaddid yang merupakan ulama Mekkahyaitu Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, dan Sayyid Bakri Syatha. Mereka berdua adalah ulama yang berada di Mekkah ketika kemelut revolusi wahabisme yang masih segar.

Oleh sebab itu, Syaikh Ahmad Zaini Dahlan mengarang kitab menentang pergerakan Wahabi. Sedangkan Sayyid Bakri juga membela beberapa amalan-amalan furu’iyyah Fiqhiyyah yang dibid’ahkan bahkan disesatkan oleh sekte Wahabi. Dari al-Bakri inilah muncul seorang ulama fenomenal dari Sumatra yaitu Ahmad Khatib al-Minangkabawiyang mana beliau adalah guru dua pelopor dua organisasi Islam terbesar yaitu KH Hashim Asy’ari pelopor Nahdlatul Ulama dan KH Ahmad Dahlan pelopor Muhammadiyah.Ketika masuk pada kurun ke 14 Hijriyyah ini, KH Maimun Zubair memberi beberapa nama ulama yang masyhur serta diakui dunia kealimannya sebagai mujaddid. Yaitu Sayyid Habib Zain bin Sumaith, Sayyid Farfur al-Mishri, Syaikh Hassam al-Din al-Dimasqi, Prof. Dr. Abd al-Latif Farfur yang keduanya merupakan anak Syaikh Shalih al-Farfuri al-Hasani RH. Al Musnid al-Syaikh Muhammad Yasin bin Isa al-Fadani dan Syaikh Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki.

Kedua-duanya adalah alim dalam riwayah juga dirayah bagi hadis-hadis serta mengkodifikasi beribu riwayat hadis sertasanad-sanad kitab sehingga beliau dijuluki sebagai musnid al-dunya. Syaikhuna Maimun Zubair juga bertalaqqipada beliau di Mekkah. Dari Murid Syaikh Yasin al-Fadani juga Mufti Mesir yaitu Prof. Dr. Ali Jum’ah yang sangat tidak disukai oleh kelompok Salafi.Kemudian Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki adalah tokoh fenomenal Ahli Sunnah Wal Jamaah. Beliau juga dijuluki sebagai tembok Ahli Sunnah, mengarang kitab Mafahim Yajib an Tushahhah untukmenolak pemikiran Wahabi dengan memberikan hujjah-hujjah mempertahankan amalan-amalan Ahli Sunnah.

Ajaran beliau adalah sangat berhikmah dan penuh adab. Menghormatiulama terdahulu dan menyanjungnya adalah jalan beliau. Walaupun beliau dihina dan dicerca oleh ulama-ulama Saudi sendiri yang berfahaman Wahabi, tapi beliau tidak pernah mengambil cara penghinaan dalam tulisan-tulisanbeliau, apalagi pengkafiran. Semoga kita mendapat aliran barokah dari mereka para pembela Islam Ahlissunnah wal jama’ah.

Amin#FotoSyaikh Maimoen Zubair dan SyaikhYasin al Fadani, nafa’anallaahu bi ‘ulumihima, Amin

Dari Akun FB K. Bahrul Widad, Alumni Al anwar Dan PPS

Facebook Comments
Share this...
Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterShare on RedditShare on LinkedIn

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *