Berhijab Dengan Mode Pakaian Ketat

Memakai hijab (menutup aurat) memang merupakan perintah agama yang tidak bisa ditawar lagi, kewajiban memakai hijab ini sudah ditunjukkan oleh dalil yang jelas dalam al-quran. Secara realita wanita sekarang banyak yang sudah memakai hijab, tapi yang jadi permasalahan adalah model hijab yang di pakai mereka, ada yang beranggapan hijab itu hanya identik dengan jilbab, karena itu banyak wanita yang berhijab di bagian atas saja.
Gaya dan mode pakaian dewasa ini menjamur hingga mempengaruhi gaya berpakaian wanita muslimah. Mulai dari celana legging yang ketat sehingga membentuk (maaf) underwear hingga kaos transparan yang jelas-jelas menunjukkan ukuran bra seseorang. Lebih parah lagi pakaian dengan mode seperti diatas dipakai untuk menghadiri tempat peribadatan seperti ziarah makam para wali serta masjid-masjid dengan tanpa rasa canggung. Mengenai berpakaian dengan model ketat ini, jauh-hari Rasulullah SAW sudah memberi isyarah dengan sabdanya:
ﺻِﻨْﻔَﺎﻥِ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ ﻟَﻢْ ﺃَﺭَﻫُﻤَﺎ، ﻗَﻮْﻡٌ ﻣَﻌَﻬُﻢْ ﺳِﻴَﺎﻁٌ ﻛَﺄَﺫْﻧَﺎﺏِ ﺍﻟْﺒَﻘَﺮِ ﻳَﻀْﺮِﺑُﻮﻥَ ﺑِﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱَ، ﻭَﻧِﺴَﺎﺀٌ ﻛَﺎﺳِﻴَﺎﺕٌ ﻋَﺎﺭِﻳَﺎﺕٌ ﻣُﻤِﻴﻠَﺎﺕٌ
ﻣَﺎﺋِﻠَﺎﺕٌ، ﺭُﺀُﻭﺳُﻬُﻦَّ ﻛَﺄَﺳْﻨِﻤَﺔِ ﺍﻟْﺒُﺨْﺖِ ﺍﻟْﻤَﺎﺋِﻠَﺔِ، ﻟَﺎ ﻳَﺪْﺧُﻠْﻦَ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ، ﻭَﻟَﺎ ﻳَﺠِﺪْﻥَ ﺭِﻳﺤَﻬَﺎ، ﻭَﺇِﻥَّ ﺭِﻳﺤَﻬَﺎ ﻟَﻴُﻮﺟَﺪُ ﻣِﻦْ ﻣَﺴِﻴﺮَﺓِ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ

“Ada dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat: (1) Suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi untuk memukul manusia, dan (2) para wanita yang berpakaian tetapi seperti telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, padahal baunya dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Dalam hadits ini disebutkan tentang ciri-ciri wanita penghuni nereka dan tidak akan dapat mencium bahu surga, meskipun bau surga dapat tercium dari jarak yang sangat jauh. Namu yang menjadi pembahasan sekarang ini adalah كاسيات عاريت yang artinya adalah wanita berpakaian tapi telanjang. Ada beberapa maksud dalam lafadz ini yang diantaranya adalah wanita yang memakai pakaian ketat sehingga menampakkan lekuk tubuhnya.
Al Fatawa Hal 918
ﻭﻋﺒﺎﺭﺗﻪ : ﺳﺆﺍﻝ , ﻣﺎﺣﻜﻢ ﻣﻼﺑﺲ ﺍﻟﻀﻴﻘﺔ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﻭﻋﻨﺪ ﺍﻟﻤﺤﺎﺭﻡ؟
ﺍﻟﻔﺘﻮﻱ : ﻟﺒﺲ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ ﺍﻟﻀﻴﻘﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺒﺎﻳﻦ ﻣﻔﺎﺗﻦ ﺍﻟﻤﺮﺃﺓ ﻭ ﺗﺒﺮﺯ ﻣﺎ ﻓﻴﻪ
ﺍﻟﻔﺘﻨﺔ ﻣﺤﺮﻡ ﻻﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﺻﻔﺎﻥ ﻣﻦ ﺍﻫﻞ ﺍﻟﻨﺎﺭ
ﻟﻢ ﺍﺭﻫﻤﺎ ﺑﻌﺪ ﺭﺟﺎﻝ ﻣﻌﻬﻢ ﺳﻴﺎﻁ ﻛﺎﺫﻧﺎﺏ ﺍﻟﺒﻘﺮ ﻳﻀﺮﺑﻮﻥ ﺑﻬﺎ ﺍﻟﻨﺎﺱ _
ﻳﻌﻨﻲ ﻇﻠﻤﺎ ﻭﻋﺪﻭﺍﻧﺎ _ ﻭﻧﺴﺎﺀ ﻛﺎﺳﻴﺎﺕ ﻋﺎﺭﻳﺎﺕ ﻣﺎﺋﻼﺕ ﻣﻤﻴﻼﺕ : ﻓﻘﺪ ﻓﺴﺮ
ﻗﻮﻟﻪ ﻛﺎﺳﻴﺎﺕ ﻋﺎﺭﻳﺎﺕ ﺑﺄﻧﻬﻦ ﻳﻠﺒﺴﻦ ﺍﻟﻠﺒﺴﺔ ﻗﺼﻴﺮﺓ ﻻ ﺗﺴﺘﺮ ﻣﺎﻳﺠﺐ ﺳﺘﺮﻩ
ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻮﺭﺓ ﻭﻓﺴﺮ ﺑﺄﻧﻬﻦ ﻳﻠﺒﺴﻦ ﺍﻟﻠﺒﺴﺔ ﺗﻜﻮﻥ ﺧﻔﻴﻔﺔ ﻻﺗﻤﻨﻊ ﻣﻦ ﺭﺅﻳﺔ ﻣﺎ
ﻭﺭﺍﺋﻬﺎ ﻣﻦ ﺑﺸﺮﺓ ﺍﻟﻤﺮﺁﺓ ﻭﻓﺴﺮه ﺑﺄﻥ ﻳﻠﺒﺴﻦ ﻣﻼﺑﺲ ﺿﻴﻘﺔ ﻓﻬﻲ ﺳﺎﺗﺮﺓ
ﻋﻦ ﺍﻟﺮﺅﻳﺔ ﻟﻜﻨﻬﺎ ﻣﺒﺪﻳﺔ ﻟﻤﻔﺎﺗﺮ ﺍﻟﻤﺮﺁﺓ ﻭﻋﻠﻲ ﻫﺬﺍ ﻓﻼﻳﺠﻮﺯ ﻟﻠﻤﺮﺁﺓ ﺃﻥ
ﺗﻠﺒﺲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻼﺑﺲ ﺍﻟﻀﻴﻘﺔ ﺍﻻ ﻟﻤﻦ ﻳﺠﻮﺯ ﻟﻬﺎ ﺍﺑﺪﺍﺀ ﻋﻮﺭﺗﻬﺎ ﻋﻨﺪه ﻭﻫﻮ
ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻓﺈﻧﻪ ﻟﻴﺲ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺰﻭﺝ ﻭﺍﻟﺰﻭﺟﺘﻪ ﻋﻮﺭﺓ : ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻲ ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﻫﻢ
ﻟﻔﺮﻭﺟﻬﻢ ﺣﺎﻓﻈﻴﻮﻥ ﺇﻻ ﻋﻠﻲ ﺃﺯﻭﺍﺟﻬﻢ ﺍﻭ ﻣﺎ ﻣﻠﻜﺖ ﺍﻳﻤﺎﻧﻬﻢ ﻓﺈﻧﻬﻢ ﻏﻴﺮ
ﻣﻠﻮمﻳﻦ

Pada intinya memakai pakaian ketat hukumnya haram dan pelakunya di ancam tidak mendengar bahu surga serta diancam masuk neraka, selain karena hal ini menimbulkan fitnah, kecuali memakainya di sisi orang yang halal melihat auratnya seperti suami.

Oleh : Zainul
Alumni PPT asal Pameksan

Komentar Facebook