Penjelasan Bagan Struktur Ikatan Alumni Santri Todungih



Klik DISINI untuk melihat gambar lebih besar.
Garis brsambung = Garis instruksi
Garis terputus-petus = Garis koordinasi
Garis bersambung vertikal dari arah atas kebawah mempunyai arti perintah dan arahan dari atasan terhadap bawahan, artinya seorang pengurus bisa memberi perintah dan arahan serta meminta prtanggung jawaban terhadap pengurus lain di babawahnya asalkan dalam garis kepengurusan memenuhi kriteria sebagai berikut :

1. Punya garis instruksi sejalur seperti Ketua kepada Sekretaris dan Wakilnya serta Bendahara dan Wakilnya, Sekretaris atau Bendahara terhadap Divisi-divisi, dan Divisi-divisi terhadap Koordinator Daerah (Korda).
Kalau tidak punya garis instruksi seperti Penasehat terhadap pengurus-pngurus dibawah ketua, maka tidak boleh memberi perintah atau meminta pertanggung jawaban terhadap bawahan ketua, walaupun secara struktur pengurus, penasehat sejajar/sederajat dengan ketua, sebab fungsi penasehat hanya dewan permusyawaratan dan berembuknya ketua dan wakilnya.

2. Tidak dipisah oleh tingkat pengurus yang lain, artinya kendatipun punya garis instruksi, tapi masih tarpisah oleh satu atau dua tinkat pengurus, seperti ketua terhadap Divisi Perlengkapan atau Divisi-divisi yang lain, maka tidak boleh memberi perintah atau meminta pertanggung jawabannya, sebab antara Ketua dan Divisi-divisi terpisah oleh satu tingkat pengurus yaitu Sekretaris besrta Wakilnya dan Bendahara Besrta Wakilnya.

Garis bersambung vertikal dari arah bawah keatas, menunjukkan bahawa pengurus IAST berkewajiban untuk bertanggung jawab atau melapor terkait tugas-tugasnya, dan berhak untuk bertanya, meminta arahan serta membri usul dan saran terhadap pengurus diatasnya.

Garis putus-putus horizontal, selain sbagai garis koordinasi, maka menunjukkan kesamaan derajat antara satupengurus, s pengan pengurus disampingnya, sehingga antara satu pengurus dengan pengurus sederajat lainnya bisa musyawaroh, tukar pendapat dan sebagainya.

Masalah ini harus betul-betul diperhatikan oleh semua pengurus, sebab arah ini yang menentukan suksesnya organisasi. Jika tidak, maka sekalipun program dan kegiatan berjalan dengan baik, tapi dalam mengurus dan melaksanakannya tidak mengikuti garis struktur diatas, maka organisasi dianggap tidak sukses sepenuhnya.

Organisasi bisa dianggap sukses apabila atasan tidak ikut campur atau melangkahi terhadap tugas-tugas bawahan, begitu juga sebaliknya. “Kun imaman mutho’an, au kun makmuman muthi’an”.
Untuk melihat nama-nama personal pengurus, bisa dilihat di halaman lain dalam kategori “pengurus” atau langsung klik DISINI

Nb : Untuk usul, saran dan sebagainya, bisa juga melalui website dan facebook IAST, untuk kemudian akan kami sampaikan kepada pengurus ayng bersangkutan, maka diharap untuk menyebut pengurus mana yang dituju.
Komentar Facebook